Tutorial CSS Part 2 : Bentuk Dasar Sintaks

Tutorial CSS Part 2 : Bentuk Dasar Sintaks

id8 min read • 120 views

Tutorial CSS Part 2 : Bentuk Dasar Sintaks

 

Dalam pengembangan web, Cascading Style Sheets (CSS) memegang peranan penting dalam menentukan tampilan dan gaya suatu situs. Namun, untuk mencapai hasil yang diinginkan, penting untuk memahami dengan baik sintaks atau tata cara penulisan kode CSS. Kesalahan kecil dalam penulisan bisa mengakibatkan tampilan web menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, pemahaman akan sintaks dasar CSS menjadi kunci utama untuk menghindari kesalahan dalam penulisan kode. Bagaimana sebenarnya bentuk sintaks dasarnya? Mari kita telusuri lebih lanjut.

Selektor

Selektor merupakan fondasi yang tak terpisahkan dalam proses styling elemen-elemen HTML menggunakan CSS. Dengan selektor, kita dapat menentukan dengan tepat elemen mana yang akan kita beri gaya, sehingga menciptakan tampilan yang sesuai dengan kebutuhan desain dan fungsionalitas situs web.

Salah satu jenis selektor yang umum digunakan adalah selektor berdasarkan nama tag. Misalnya, untuk mengubah gaya teks pada semua elemen `<h1>` menjadi merah, kita dapat menggunakan kode CSS seperti berikut:

 

```css
h1 {
    color: red;
}
```

 

Dengan begitu, setiap elemen `<h1>` pada halaman web akan memiliki warna teks yang sama, yaitu merah.

Selain selektor berdasarkan nama tag, kita juga dapat menggunakan selektor berdasarkan class. Class memungkinkan kita untuk mengelompokkan beberapa elemen yang memiliki karakteristik atau gaya yang sama. Sebagai contoh, jika kita memiliki elemen-elemen dengan class `.bg-yellow`, kita bisa memberikan latar belakang kuning pada semua elemen tersebut dengan kode CSS seperti ini:

 

```css
.bg-yellow {
    background-color: yellow;
}
```

 

Dengan menggunakan class ini, kita dapat dengan mudah menerapkan gaya yang sama pada beberapa elemen tanpa perlu menuliskan kode CSS berulang-ulang.

Selain class, kita juga dapat menggunakan selektor berdasarkan ID. ID digunakan untuk menunjukkan elemen yang unik dalam halaman web. Sebagai contoh, jika kita memiliki elemen dengan ID `#header`, kita bisa memberikan latar belakang abu-abu pada elemen tersebut dengan kode CSS seperti berikut:

 

```css
#header {
    background: grey;
}
```

 

Dengan selektor ID, kita dapat secara khusus menargetkan elemen tertentu dalam halaman web dan memberikan gaya sesuai dengan kebutuhan.

Tak hanya itu, selektor juga dapat berdasarkan atribut. Atribut memungkinkan kita untuk memilih elemen berdasarkan nilai atributnya. Sebagai contoh, jika kita ingin memberikan latar belakang kuning pada semua elemen input dengan tipe teks, kita dapat menggunakan kode CSS seperti berikut:

 

```css
input[type=text]{
    background: yellow;
}
```

 

Dengan menggunakan selektor atribut, kita dapat menyesuaikan gaya elemen berdasarkan karakteristik tertentu yang dimiliki oleh atributnya.

Dengan memahami berbagai jenis selektor ini, kita dapat lebih fleksibel dalam merancang tampilan halaman web yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selektor memainkan peran penting dalam mempermudah proses styling elemen-elemen HTML dan meningkatkan konsistensi dalam desain web secara keseluruhan.

 

Baca Juga 

 

Blok deklarasi

Blok deklarasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam penulisan kode CSS, di mana kita menentukan serangkaian atribut atau properti yang akan diberikan kepada elemen-elemen yang telah diseleksi. Dalam blok deklarasi inilah kita memberikan instruksi kepada browser bagaimana tampilan elemen-elemen tersebut harus diatur.

Misalnya, jika kita ingin mengatur ukuran font untuk semua elemen paragraf `<p>` menjadi 18px, kita dapat menuliskannya dalam blok deklarasi seperti ini:

 

```css
p {
    font-size: 18px;
}
```

 

Di dalam blok deklarasi ini, kita menggunakan tanda kurung kurawal `{}` untuk menandai awal dan akhir dari blok, serta menuliskan properti CSS di antara keduanya.

Namun, satu blok deklarasi dapat digunakan oleh lebih dari satu selektor. Contohnya, jika kita ingin memberikan warna yang sama untuk semua tag heading (`<h1>` sampai `<h6>`), kita bisa menuliskannya seperti ini:

 

```css
h1, h2, h3, h4, h5, h6 {
    color: teal;
}
```

 

Atau dengan cara yang lebih terstruktur:

 

```css
h1,
h2,
h3,
h4,
h5,
h6 {
    color: teal;
}
```

 

Dengan cara ini, kita dapat secara efisien mengatur gaya yang sama untuk beberapa elemen sekaligus.

Penting untuk diingat bahwa blok deklarasi memungkinkan kita untuk mengelompokkan gaya-gaya yang sama bersama-sama, sehingga memudahkan dalam pengelolaan dan pemeliharaan kode CSS. Dengan memahami konsep blok deklarasi ini, kita dapat lebih fleksibel dalam menentukan tampilan halaman web sesuai dengan kebutuhan desain dan fungsionalitasnya.

 

Properti dan penulisannya

Properti dalam CSS merupakan aturan atau instruksi yang diberikan kepada elemen-elemen yang telah diseleksi, untuk mengatur tampilan dan gaya elemen tersebut. Penulisan properti mengikuti format standar yang terdiri dari nama properti diikuti oleh nilai propertinya, dipisahkan oleh titik dua dan diakhiri dengan titik koma. Misalnya, jika kita ingin memberikan latar belakang warna merah muda pada semua blok kutipan `<blockquote>`, kita dapat menuliskannya dalam blok deklarasi seperti ini:

 

```css
blockquote {
    background: pink;
}
```

 

Penting untuk diingat bahwa properti-properti ini harus dituliskan di dalam blok deklarasi, yang dimulai dengan tanda kurung kurawal `{` dan diakhiri dengan tanda kurung kurawal `}`.

Namun, terdapat kesalahan umum yang perlu dihindari, yaitu penulisan properti di luar blok deklarasi. Hal ini dapat mengakibatkan kesalahan sintaksis dan menyebabkan CSS tidak berfungsi seperti yang diharapkan.

Selain itu, nilai untuk properti-properti tertentu kadang-kadang diapit dengan tanda petik, terutama jika nilainya berupa teks. Contohnya, pada properti `font-family`, nilai seperti "Times new roman" diapit dengan tanda petik karena terdapat spasi di dalamnya. Ini dilakukan untuk membedakan antara nilai yang terdiri dari satu kata dengan nilai yang terdiri dari beberapa kata.

 

```css
font-family: "Times new roman";
```

 

Selain itu, nilai properti juga dapat berupa lebih dari satu nilai, terutama untuk memberikan nilai opsional. Misalnya, dalam properti `font-family`, kita bisa menentukan beberapa font yang diinginkan, dan jika font pertama tidak tersedia, maka browser akan mencoba menggunakan font kedua, dan seterusnya.

 

```css
font-family: "Times new roman", Georgia, Roboto;
```

 

Dengan memahami cara penulisan properti dan nilai dalam CSS, kita dapat dengan lebih efisien mengatur tampilan halaman web sesuai dengan desain yang diinginkan.

 

Alasan Belajar Sintaks Dasar CSS

Belajar sintaks dasar CSS merupakan langkah awal yang penting bagi siapa pun yang tertarik dalam pengembangan web. Ada beberapa alasan kuat mengapa belajar sintaks dasar CSS sangat dianjurkan:

  1. Mengendalikan Tampilan Halaman Web: CSS memungkinkan pengembang web untuk mengontrol tampilan dan gaya dari elemen-elemen HTML. Dengan mempelajari sintaks dasarnya, Anda dapat mengubah warna, ukuran, font, margin, padding, dan berbagai aspek lain dari elemen-elemen pada halaman web Anda.
  2. Memisahkan Struktur dan Gaya: Dengan menggunakan CSS, Anda dapat memisahkan struktur konten HTML dan gaya tampilan. Hal ini membuat kode menjadi lebih bersih, mudah dimengerti, dan lebih mudah untuk dikelola dan diperbarui.
  3. Konsistensi Antar Halaman: Dengan memahami sintaks dasar CSS, Anda dapat membuat konsistensi antara halaman-halaman web Anda. Anda dapat membuat gaya-gaya yang sama diterapkan secara konsisten ke berbagai elemen, sehingga menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik.
  4. Responsif dan Fleksibel: CSS memungkinkan Anda untuk membuat halaman web yang responsif dan fleksibel, menyesuaikan tampilan dengan perangkat dan layar yang berbeda-beda. Dengan mempelajari sintaks dasarnya, Anda dapat menggunakan teknik seperti media queries untuk membuat desain yang responsif dan dapat diakses dari berbagai perangkat.
  5. Penyesuaian dan Personalisasi: Dengan pemahaman tentang sintaks dasar CSS, Anda dapat membuat situs web yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda sendiri, serta kebutuhan klien Anda. Anda dapat menyesuaikan gaya tampilan sesuai dengan merek atau gaya desain tertentu, menciptakan pengalaman yang unik bagi pengguna.
  6. Membangun Keterampilan Profesional: Kemampuan untuk menguasai CSS adalah keterampilan yang sangat berharga dalam industri pengembangan web. Dengan mempelajari sintaks dasarnya, Anda dapat membangun fondasi yang kuat untuk menjadi seorang pengembang web yang sukses dan dihargai.

 

Dengan demikian, belajar sintaks dasar CSS adalah langkah penting bagi siapa pun yang ingin mengembangkan keahlian dalam pengembangan web, serta menciptakan situs web yang menarik, responsif, dan berfungsi dengan baik.

Series: CSS
Published on May 10, 2024
Last updated on May 21, 2024

If you like this post and want to support us, you can support us via buymeacoffee or trakteer.